5 Cara Mencegah Hawa Dingin Masuk ke Dalam Rumah agar Tetap Nyaman

Published on
Monday, February 23, 2026

Rekan Sibambo, tidak semua rumah nyaman saat cuaca dingin atau musim hujan tiba. Angin yang masuk tanpa kontrol dapat membuat ruang terasa lembap dan kurang bersahabat.

Mencegah hawa dingin bukan berarti menutup rumah sepenuhnya. Kuncinya adalah mengatur sirkulasi dan material agar suhu tetap seimbang.

1. Periksa Celah pada Pintu dan Jendela

Celah kecil di sekitar kusen sering menjadi jalur masuknya angin dingin. Area ini kerap luput dari perhatian.

Seal karet atau weather stripping dapat membantu mengurangi infiltrasi udara. Solusi ini sederhana namun efektif.

Tanpa penanganan, angin yang masuk terus menerus membuat suhu ruang turun drastis, terutama di malam hari.

Pemeriksaan rutin pada kusen pintu dan jendela menjaga performa termal rumah tetap optimal.

2. Gunakan Tirai atau Gorden dengan Material Lebih Tebal

Bukaan kaca memungkinkan cahaya masuk, tetapi juga dapat menjadi titik kehilangan panas. Tirai berperan sebagai lapisan tambahan.

Material yang lebih tebal membantu menahan aliran udara dingin dari luar. Terutama pada malam hari atau saat hujan deras.

Rumah tanpa pelapis jendela sering terasa lebih dingin meskipun semua pintu tertutup.

Pemilihan tirai yang tepat membantu menjaga keseimbangan suhu tanpa mengorbankan estetika.

3. Optimalkan Material Lantai dan Karpet

Lantai keramik atau batu cenderung menyerap dan menghantarkan suhu dingin. Ini membuat kaki terasa tidak nyaman saat berpijak.

Karpet atau rug dapat menjadi insulator tambahan yang efektif. Selain hangat, ruang juga terasa lebih nyaman secara visual.

Tanpa lapisan tambahan, suhu lantai bisa menurunkan kenyamanan seluruh ruangan.

Penambahan elemen tekstil membantu menciptakan suasana ruang yang lebih hangat dan ramah.

4. Atur Ventilasi agar Tetap Terkontrol

Ventilasi tetap penting untuk sirkulasi udara sehat. Namun saat cuaca dingin, bukaan perlu diatur lebih selektif.

Tutup ventilasi yang langsung terpapar angin malam atau hujan. Buka kembali saat siang hari untuk pertukaran udara alami.

Rumah yang terlalu terbuka saat suhu rendah bisa kehilangan kenyamanan termal. Sebaliknya, rumah tertutup total berisiko lembap.

Pengaturan ventilasi yang seimbang menjaga kualitas udara tanpa membuat ruang terlalu dingin.

5. Perhatikan Insulasi Atap dan Dinding

Atap dan dinding merupakan elemen terbesar dalam sistem selubung bangunan. Kualitas insulasi memengaruhi stabilitas suhu ruang.

Material dengan kemampuan isolasi baik membantu menahan udara dingin dari luar. Ini penting terutama di daerah dengan suhu malam yang rendah.

Tanpa insulasi yang memadai, perubahan suhu luar akan cepat terasa di dalam rumah.

Investasi pada sistem insulasi yang tepat membantu rumah tetap nyaman sepanjang musim.

Kesimpulan

Mencegah hawa dingin masuk ke dalam rumah membutuhkan kombinasi detail kecil dan perencanaan material yang tepat. Bukan sekadar menutup semua bukaan, tetapi mengelolanya dengan bijak.

Rumah yang mampu menjaga suhu stabil akan terasa lebih nyaman dan mendukung aktivitas sehari hari tanpa gangguan cuaca. (Alfiansyah/Sibambo Studio)

image-cta

Follow our social media!

PILIHAN PROFESIONAL UNTUK HUNIAN YANG IDEAL

HUBUNGI KAMI
Rekomendasi Artikel Selanjutnya
image-cta