
Sibambo Studio HQ dan IDROC Cafe dirancang sebagai rumah gagasan. Sebuah tempat di mana arsitek bekerja, kopi diracik, dan keseharian berlangsung dalam satu alur ruang yang saling terhubung. Proyek ini berdiri di Sentul sebagai perwujudan cara Sibambo Studio memaknai rumah, bukan hanya sebagai bangunan, tetapi sebagai pengalaman hidup yang dirasakan setiap hari.
Bangunan ini menggabungkan fungsi rumah tinggal, studio arsitek, dan IDROC Cafe dalam satu kesatuan yang tenang, tertata, dan mudah dipahami. Setiap ruang dirancang untuk melayani aktivitas dengan cara yang jujur dan membumi.
Tapak proyek berada di lereng landai Bukit Sentul, Desa Cijayanti, Kabupaten Bogor. Lingkungannya hijau, tenang, dan sedang berkembang pesat. Posisi tapak yang langsung menghadap jalan utama menghadirkan tantangan kebisingan sejak awal perancangan.
Alih alih menutup diri secara pasif, arsitek merespons kondisi ini melalui fasad depan berupa bidang masif tanpa bukaan. Elemen ini berfungsi sebagai peredam suara sekaligus wajah bangunan yang tegas dan berkarakter. Dari luar, bangunan tampil solid dan tenang. Dari dalam, suasana rumah terasa lebih hening dan terlindungi.
Di sisi kiri dan kanan bangunan utama berdiri dua rumah pribadi yang menyatu secara spasial. Ketiganya membentuk satu komposisi yang menempatkan Sibambo Studio HQ dan IDROC Cafe sebagai pusat aktivitas kawasan Sibambo Studio. Pada sisi selatan tapak, direncanakan pembangunan masjid komunitas yang akan memperkuat hubungan sosial dan spiritual di kawasan ini.

Sibambo Studio HQ dan IDROC Cafe merupakan bangunan dengan fungsi campuran yang memadukan tiga jenis ruang utama.
Rumah tinggal dirancang dengan suasana hangat dan privat. Studio arsitek menjadi ruang kerja terbuka untuk berdiskusi, menggambar, dan mengembangkan ide. IDROC Cafe hadir sebagai ruang publik yang tenang, tempat kopi disajikan bersama pengalaman ruang yang utuh.
Walau fungsinya berbeda, seluruh ruang diikat dalam satu bahasa arsitektur yang konsisten. Massa bangunan disusun linear dan kompak sehingga mudah dibaca dan nyaman digunakan. Rumah, studio arsitek, dan cafe tidak saling bertabrakan, justru saling melengkapi.

Sibambo Studio percaya bahwa setiap rumah memiliki cerita. Cerita itu lahir dari penghuninya, aktivitasnya, dan nilai yang dijalani setiap hari. Prinsip ini menjadi dasar dalam merancang studio arsitek sekaligus rumah kerja ini.
IDROC Cafe memandang kopi sebagai bagian dari pengalaman ruang. Kopi dirasakan lebih utuh ketika dinikmati di tempat yang tepat, dengan cahaya, tekstur, dan suasana yang mendukung. Karena itu, ruang menjadi elemen utama dalam membangun identitas IDROC Cafe.
Kedua nilai tersebut diterjemahkan ke dalam desain yang fokus pada transisi ruang, skala yang manusiawi, serta pencahayaan alami. Setiap sudut dirancang agar terasa akrab, tenang, dan mudah diterima oleh siapa pun.

Bangunan utama terdiri dari dua lantai dengan susunan massa yang sederhana namun berlapis.
Lantai dasar diisi oleh IDROC Cafe. Ruang ini terbuka ke arah courtyard melalui pintu kaca berukuran besar. Hubungan antara interior dan ruang luar terasa dekat, menghadirkan suasana minum kopi yang santai, hening, dan kontemplatif.
Lantai atas digunakan sebagai Sibambo Studio HQ. Ruang kerja arsitek ini dirancang terbuka dan fleksibel, dengan pencahayaan alami yang melimpah. Layout mendukung kolaborasi tim, diskusi desain, dan proses berpikir yang mendalam.
Courtyard menjadi elemen kunci yang menghubungkan seluruh fungsi. Rumah tinggal, studio arsitek, dan IDROC Cafe sama sama memanfaatkan courtyard untuk cahaya alami, ventilasi silang, dan interaksi sosial. Sirkulasi pengunjung cafe diarahkan melalui area belakang sehingga aktivitas publik dan area kerja tetap memiliki batas yang jelas.

Pendekatan material pada proyek ini menekankan kenyamanan dan kejujuran. Lantai granit polish dipadukan dengan material kayu alami untuk menciptakan suasana yang hangat dan rapi.
Pada fasad depan, sebuah bidang masif dirancang sebagai elemen utama. Selain berfungsi sebagai pelindung dari panas matahari, bidang ini membentuk tekstur visual yang kuat dan menjadi identitas bangunan dari arah jalan.

Seluruh furnitur dirancang khusus dan diproduksi oleh tim Sibambo Studio. Proses ini memastikan setiap elemen ruang memiliki kesesuaian fungsi, proporsi, dan karakter yang selaras dengan konsep rumah secara keseluruhan.
Sebagai karya arsitek yang berpijak pada konteks lokal, bangunan ini dirancang dengan respons iklim tropis yang matang. Ventilasi silang dimaksimalkan melalui tata letak ruang dan courtyard. Overhang atap membantu mengurangi panas matahari langsung. Bukaan dalam diatur agar cahaya alami masuk tanpa membuat ruang terasa panas.
Material alami dipadukan dengan teknologi bangunan yang relevan untuk menciptakan ruang yang nyaman digunakan dalam jangka panjang. Rencana pengembangan masjid komunitas di kawasan ini menunjukkan cara Sibambo Studio melihat arsitektur sebagai bagian dari kehidupan sosial yang saling terhubung.
Sibambo Studio HQ dan IDROC Cafe menghadirkan cara pandang arsitek dalam merancang rumah, tempat kerja, dan ruang publik dalam satu kesatuan. Di sini, rumah menjadi tempat berpikir, bekerja, dan berinteraksi. IDROC Cafe menjadi ruang jeda yang tenang. Studio arsitek menjadi ruang lahirnya ide.
Keseluruhan proyek ini menunjukkan bagaimana arsitektur dapat hadir secara jujur, mudah dipahami, dan dekat dengan keseharian. Sebuah rumah yang tidak hanya dilihat, tetapi dirasakan.